Latest Post

Menyambut hadirnya prosesor Threadripper, produk untuk segmen high-end desktop dari AMD, Gigabyte merilis sebuah motherboard baru mereka. Motherboard ini masuk ke dalam jajaran produk gaming mereka yang belakangan ini hadir dengan nama Aorus. Tentunya, motherboard yang baru dirilis itu mengusung soket TR4 dan hadir dengan chipset AMD X399.

Rilis X399 Aorus Gaming 7

Motherboard untuk AMD Threadripper yang diperkenalkan Gigabyte adalah X399 Aorus Gaming 7. Tampaknya, motherboard ini akan diposisikan sebagai produk kelas menengah-atas. Gigabyte melengkapi produk yang satu ini dengan delapan slot DIMM DDR4 yang mendukung penggunaan RAM quad-channel, serta lima slot PCIe 3.0 x16.

Gigabyte menyediakan tiga slot M.2 di motherboard ini, dengan dua di antaranya mendukung SSD M.2 dengan panjang hingga 110 mm. Ketiga slot ini dilengkapi dengan Thermal Guard, heatsink yang diharapkan bisa menjaga suhu operasi SSD M.2. Selain itu, terdapat juga 8 port SATA III. Motherboard ini juga menawarkan USB 3.1 Gen. 2, baik di backpanel maupun melalui konektor untuk front panel.

Juga Tawarkan Fitur Khas Aorus

Beberapa fitur yang umum dijumpai di motherboard lini Aorus pun dihadirkan Gigabyte ke X399 Aorus Gaming 7 ini, seperti RGB Fusion, dengan dukungan untuk digital LED. Gigabyte juga menyediakan Killer E2500 untuk Gigabit Ethernet, serta dukungan untuk WiFi AC. Motherboard ini disebut akan mulai dipasarkan pertengahan bulan Agustus 2017 ini.

Samsung Uji Coba LTE 1.2 Gbps di Modem SoC Galaxy S8
SoC premium dari Samsung, Exynos 8895, tampaknya akan mendapatkan modem yang lebih kencang. Berdasarkan kabar yang baru saja muncul, Samsung meningkatkan kemampuan modem di SoC Exynos 8895, SoC yang digunakan oleh Galaxy S8 dan Galaxy S8+. Kini, modem di SoC tersebut mendukung 4G LTE dengan kecepatan downlink hingga 1.2 Gbps!
Samsung Exynos
Dukung LTE Cat. 18

Modem di SoC Exynos 8895 semula “hanya” mendukung LTE Cat. 16 dengan 5CA (Carrier Aggregation). Kecepatan yang bisa ditawarkan oleh modem tersebut “hanya” mencapai 979 Mbps, atau sekitar 1 Gbps. Kini, Samsung menyebutkan bahwa modem di Exynos 8895 bisa menawarkan kecepatan yang lebih tinggi lagi dari kecepatan yang sudah terbilang tinggi itu.

Samsung menyebutkan bahwa kini modem di Exynos 8895 bisa mendukung LTE Cat. 18 dengan 6CA. Kecepatan maksimal yang didukung oleh modem ini mencapai 1174 Mbps, atau sekitar 1.2 Gbps. Modem baru ini disebut akan mulai tersedia di chip yang diproduksi Samsung menjelang akhir tahun 2017 ini.

Belum Akan Hadir di Galaxy Note 8?

Bila Samsung baru berencana menggunakan modem baru ini menjelang akhir tahun 2017 nanti, kemungkinan kecepatan hingga 1.2 Gbps ini belum bisa dirasakan oleh Galaxy Note 8. Memang, Galaxy Note 8 akan mengusung SoC Exynos 8895. Namun, bisa jadi kecepatan yang ditawarkan baru akan setara dengan Galaxy S8/Galaxy S8+ saja. Belum diketahui apakah nantinya Exynos 8895 dengan modem yang lebih kencang itu benar-benar akan diproduksi massal dan digunakan di smartphone baru, atau Samsung hanya sekadar melakukan uji coba saja dengan Exynos 8895, dan baru menggunakan modem ini di SoC premium mereka generasi berikutnya.

ASUS Hadirkan 3 Motherboard untuk Threadripper

Saat menghadiri salah satu sesi yang digelar oleh ASUS di Computex 2017 lalu, kami sempat melihat motherboard baru yang disiapkan ASUS untuk mendukung Threadripper, prosesor high-end desktop AMD. Kini, seiring dengan resmi dirilisnya Threadripper, ASUS juga resmi merilis motherboard yang disebut Zenith Extreme tersebut. Namun, tidak hanya motherboard itu saja, ASUS juga menghadirkan dua motherboard X399, chipset pendukung Threadripper, yang lain!

Tiga Motherboard Baru untuk Threadripper Selain ROG Zenith Extreme, motherboard X399 yang diperkenalkan ASUS adalah Strix X399-E Gaming dan Prime X399-A. Hadirnya tiga motherboard tersebut diharapkan bisa mengisi kebutuhan motherboard untuk Threadripper di kelas yang berbeda. Tentu saja, ROG Zenith Extreme akan diposisikan di kelas teratas, dan hadir dengan fitur terbaik di antara ketiganya.

Ketiga motherboard tersebut sama-sama menawarkan 4 slot PCIe 3.0 x16, tetapi hanya ROG Zenith Extreme yang menawarkan dukungan untuk 4-way SLI/Crossfire, sementara dua motherboard X399 ASUS yang lain hanya menawarkan dukungan 3-way SLI/Crossfire. Untuk M.2, ROG Zenith Extreme menawarkan hingga 3 slot M.2, sementara Strix X399-E Gaming dan Prime X399-A hanya dilengkapi 2 slot M.2. Menariknya, ROG Zenith Extreme juga hadir dengan dukungan 10GbE dan WiGig (WiFi AD).

Mulai Tersedia Bulan Agustus 2017
Dua dari tiga motherboard Threadripper dari ASUS ini, ROG Zenith Extreme dan Prime X399-A, disebut akan tersedia mulai bulan Agustus 2017 ini. Sementara Strix X399-E Gaming tampaknya baru akan tersedia selang beberapa waktu kemudian. Untuk harga, ASUS menyebutkan bahwa ROG Zenith Extreme akan dipasarkan dengan harga USD 550 dan Prime X399-A dengan harga USD 350.


Negara China atau Tiongkok, merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan cukup ketat dalam berbagai hal, tidak terkecuali aturan dalam berinternet. Setelah memiliki Great Firewall yang memblokir beberapa situs dan aplikasi tertentu di negara tersebut, kini pihak pemerintah dilaporkan tengah memperketat aturan tentang layanan VPN di negara Tirai Bambu tersebut.

Apple memutuskan untuk menghapus layanan virtual private network (VPN) dari aplikasinya di China. Langkah tersebut dilakukan setelah menuai kritik dari penyedia layanan VPN.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Apple mengkonfirmasi rencana menghapus VPN dari AppStore. Sejumlah aplikasi VPN yang dihapus merupakan yang dianggap tidak mematuhi peraturan China, termasuk layanan yang berbasis di luar negeri.

Atas keputusan tersebut sejumlah pihak menuduh Apple tunduk terhadap tekanan badan regulasi China. Langkah itu dilakukan sebagai reaksi atas undang-undang yang diterbitkan pemerintah China pada Januari lalu. Undang-undang tersebut berusaha melarang penggunaan semua VPN yang tidak disetujui oleh regulator di negara bagian. Dengan kata lain, VPN harus disetujui terlebih dahulu dan telah menggunakan infrastruktur jaringan negara.

Hingga saat ini pemerintah China telah menutup puluhan penyedia layanan asing yang berbasis di negaranya. Berikutnya mereka akan memperketat kendali atas penggunaan internet, terutama jelang kongres Partai Komunias pada Agustus nanti. Keputusan Apple merupakan pertama kalinya bagi perusahaan asing mematuhi permintaan pemerintah lokal. Sementara penyedia VPN justru tidak mendukung rezim penyensoran yang kian memperketat aktivitas warganya di China.

Sejumlah penyedia VPN asing seperti ExpressVPN dan VyprVPN mengaku telah menerima pemberitahuan dari Apple sejak Sabtu (29/7). Perusahaan tersebut mengaku kecewa dengan keputusan Apple yang dianggap mendukung pembatasan di Negeri Tirai Bambu.

"Kami sangat kecewa karena Apple memilih tunduk dengan pada tekanan pemerintah. Padhaal akses internet merupakan hak asasi manusia dan Apple diharapkan bisa menghargai hal itu," ungkap Sunday Yokubaitis, presiden Golden Frog, VyprVPn kepada Reuters.

Seperti diketahui, pengguna internet di China kerap menggunakan VPN untuk menjegal pembatasan akses ke sejumlah situs asing.
Upaya Apple mematuhi permintaan pemerintah China disinyalir sebagai dorongan untuk memuluskan bisnis dan lokalisasi kontennya di sana. Terlebih saat ini Apple diketahui akan menunjuk seorang petinggi untuk mengembangkan bisnisnya di China.

MKRdezign

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget